Sinopsis Ayat-ayat Cinta

Maret 5, 2008

Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah.

Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.

Betul begitu? Sepertinya pindah ke Mesir membuat hal itu berubah. Tersebutlah Maria Girgis. Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja.

Lalu ada Nurul. Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.

Setelah itu ada Noura. Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya.

Terakhir muncullah Aisha. Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.

Lalu bagaimana bocah desa nan lurus itu menghadapi ini semua? Siapa yang dipilihnya? Bisakah dia menjalani semua dalam jalur Islam yang sangat dia yakini?

Entry Filed under: Curhat. .

24 Comments Add your own

  • 1. eri destari  |  Maret 14, 2008 at 10:36 am

    pada dasarnya hidup ini indah, tp hrs ingat bahwa jodoh ada ditangan Allah SWT jgn bersikeras untuk mendapatkan jodoh dengan memaksakan kehendak.cinta yang dirido’i itu lebih nikmat….bravo fil, indonesia…

    Balas
  • 2. eri destari  |  Maret 14, 2008 at 10:38 am

    (nambah dikit)….manusia diciptakan berpasang-pasangan, jodoh….adalah semua harapan dari semua insan….jodoh…harapan yang nyata disaat kita bisa merasakan rasa kasih dan sayang selamanya.

    Balas
  • 3. qahar  |  Maret 29, 2008 at 1:02 pm

    Subhanallah..

    Balas
  • 4. hanita dan irma  |  April 9, 2008 at 10:49 am

    wah sumpah keren bgt deh…….
    mksih buat yang nulis novel ni….
    q jd terinspirasi untuk bersikap lebih sabar..
    pokoknya kekaguman q ma novel ni gk bs diungkapin pke kata-kata dechhhh……….
    i like…………….

    Balas
  • 5. lina  |  Juni 9, 2008 at 8:32 am

    sumpah keren bgt deh,smuanya dr yang novel sma filmnya sampe2 ak terinspirasi sama isi yang disampaikan di ayat-ayat cinta ini. “Tapi Mana a

    Balas
  • 6. lina  |  Juni 9, 2008 at 8:34 am

    sumpah keren bgt deh,smuanya dr yang novel sma filmnya sampe2 ak terinspirasi sama isi yang disampaikan di ayat-ayat cinta ini. “Tapi Mana ada jaman skrg seorng cowo kya fahri???POKOKE AK NGEFANS BGT DEH SMA YANG BWT AYAT-AYAT CINTA INI.

    Balas
  • 7. andy setyawan  |  Juni 21, 2008 at 2:40 am

    Mesir dan sungai Nil adalah jodoh… seperti kata Fakhri. Dan, yang berjodoh dengan Mesir ternyata bukan hanya sungai Nil. Namun juga al-Azhar… so, sudah kehendak Allah, jika Dia menghendaki seorang lelaki berjodoh dengan lebih dari satu wanita, baik dua, tiga, atau empat. Itu sudah ketentuan dari-Nya, dan pasti mengandung hikmah dan kemaslahatan. so, tak perlu diperdebatkan… kembali pada keyakinan. Seperti Ayat-ayat Cinta, kisah cinta segitiga yang rumit pun ternyata indah ….

    Balas
  • 8. tria  |  September 20, 2008 at 5:55 am

    oww,, kren abizz!!!
    sip22…

    Balas
  • 9. ummulmursyida  |  Oktober 11, 2008 at 6:07 am

    hye..im malaysian..
    last night,i watched that movie..i broke into tears..
    i love this movie..
    adoreable..
    =)

    Balas
  • 10. Rangga  |  Oktober 14, 2008 at 1:26 pm

    kerenzzzzzzzzzzz bangetzzzzzzzzzzzz sichhhhhhhhhhhh critaxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

    Balas
  • 11. lea  |  Oktober 19, 2008 at 2:55 am

    aq seneng banget waktu baca novelnya sampai2 aq jadi kepengen baca lagi………………………………………………………………………………..

    Balas
  • 12. brendha  |  November 15, 2008 at 12:35 am

    sumpah filmnya keren bgt dpt mengajarkan kita tentng bnyk khidupan………
    kita bisa beljar memahami prasan orang lain,dan brani berkorban untuk kebenaran
    kalau bisa filmnya di perpanjang biar bisa nonton klanjutannya terus……………….makasih

    Balas
  • 13. dea  |  November 17, 2008 at 5:40 am

    sumpah ni film kerenz abis……..
    smpe2 w nangis tw……….
    crita’a sedih, seru, pokok’a kerenz dwah……….
    w g bsa comment gy……….

    Balas
  • 14. rifki  |  November 20, 2008 at 9:13 am

    jelek

    Balas
  • 15. rifki  |  November 20, 2008 at 9:14 am

    g sk gw

    Balas
  • 16. ijul si purba!  |  November 30, 2008 at 1:06 pm

    ckckckckckc…. buluku lebat!

    Balas
  • 17. puri  |  Maret 6, 2009 at 1:45 pm

    bagus ceritanya..

    Balas
  • 18. cix c@3m  |  April 18, 2009 at 2:51 pm

    bukannya gak mau komentar
    tpi lum nonton

    Balas
  • 19. desriza wida  |  Mei 27, 2009 at 8:05 am

    baguuuuuuuuuuuuuuzzzzzzzzzzzzzzzzzz banget

    Balas
  • 20. IqBal putra  |  Juni 8, 2009 at 7:04 am

    Filimnya Cari Musuh n Gak Mendidik,

    Ga harus bwa-bwa agama, Masih banyak cara lain yg lebih bgus.
    Cba Klo Film ini dbuatin Oleh Orang Luar-barat(hollywod) & agamany juga agama Orang tu.
    Mikir G si kita, klo kita sendiri yang cari Masalah.

    Balas
    • 21. masthoms16  |  Juni 13, 2009 at 1:00 pm

      Haloo bung…
      Ngak usah sewot gitu dunkkk…
      Kita harus bangga jadi bangsa sendiri, masalah agama dalam film ini khan gak menyingung agama lain
      Coba fikir dech….

      Balas
    • 22. Herry  |  Agustus 4, 2009 at 8:13 am

      santaiii dunk…
      BUKANKAH berdakwah boleh saja dilakukan dimana saja

      Balas
  • 23. Jaman T  |  Juni 8, 2009 at 7:08 am

    Ga Jelas ni Novellll…

    Kreatif Dnk, Kya Laskar Pelangi Tu yg bGUUZZZ…

    Ceritany Kampungan,,

    Balas
  • 24. Herry  |  Agustus 4, 2009 at 8:11 am

    Fahri…
    hanya ada dalam cerita Ayat ayat Cinta
    siapapun dia ataupun kita tidak akan ada yang dapat meniru ataupun menyerupainya….
    karna…..kita hanyalah makhluk akhir zaman yang lemah..!!
    hidup diDunia yang terlalu banyak Godaannya
    tetapi.. sebagai muslim kita semua tetap wajib berusaha menjadi umat Nabi yang sesuai dengan ajaranya

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Cloud

Curhat Desain Download Iptek Kumpulan Puisi Oase Iman Umum

Halaman

Arsip

Tulisan Teratas

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

masthoms16 di Pengertian Proses Sosial
Agus Suhanto di Pengertian Proses Sosial
Yuleli di Makna Hari Raya Idul Fitr…
Nurhayati di Makna Hari Raya Idul Fitr…
choirul di Sejarah Prosesor Komputer

Blogroll

Statistik Blog

Yahoo Messenger

SocialVibe